Liga Indonesia

Terima Kasih Indra Sjafri

Terima kasih Indra Sjafri, kalimat tersebut menjadi trending topic di berbagai media akhir-akhir ini. Kita tidak akan pernah lupa apa yang telah di lakukan oleh Coach Indra terhadap sepak bola Indonesia. Tidak hanya berupa prestasi, tetapi pemain-pemain berbakat lahir dari hasil blusukannya.

Saya sedikit kecewa ketika melihat PSSI yang hanya menjadikan gelar juara sebagai tolak ukur keberhasilan seoarang Indra Sjafri. Nama-nama seperti Evan Dimas, Yabes Roni, Ilham UA, Hansamu, Hargianto, Septian DM, Putu Gede, mungkin hanya sebagian dari generasi emas Garuda Jaya yang berhasil mengangkat pamor Coach Indra. Nama terbaru juga tidak kalah menterengnya, sebut saja Egy MV, M Rafli, Hanis, mereka kembali mengharumkan nama Coach Indra.

Tetapi kita patut bersyukur, pelatih kelahiran Lubuk Nyiur, Batang Kapas, Pesisir Selatan Sumatra Barat 2 Februari 1963 masih mendapatkan tempat di lingkungan PSSI. Kontrak Indra Sjafri yang berakhir Desember 2017 tidak akan di perpanjang oleh PSSI. Tugas baru Coach Indra adalah mencari bibit pemain muda yang akan di persiapkan untuk olimpiade 2024. Sekilas memang tidak jauh berbeda, masih mencari pemain dari seluruh Indonesia, hanya beda porsi.

Selamat bertugas Coach Indra, kami tunggu generasi baru Tim Nasional Indonesia Selanjutnya.

Sriwijaya FC vs Persib Bandung, Obat Rindu Suporter Indoensia

Sepertinya akhir pekan nanti Jakarta akan ramai. Tidak seperti biasanya, warga Jakarta ketika menjelang akhir pekan, mereka akan keluar dari Ibu Kota. Kawasan Puncak atau Bandung akan menjadi tujuan utama meraka.

Tapi tidak untuk tanggal 18 Oktober 2015, tepatnya pada hari Minggu. Pada tanggal itu pengunjung Jakarta paling banyak akan berasal dari Sumatra Selatan [Palembang] dan Jawa Barat [Bandung]. Mereka akan menyaksikan tim kesayangannya berlaga di final Piala Presiden 2015. Stadion Utama Gelora Bung Karno akan menjadi kuning dan biru.

Yap, Sriwijaya FC dan Persib Bandung akan berduel di lapangan. Mereka akan membuktikan siapa yang terbaik. Setidaknya pertandingan tersebut bisa mengobati kerinduan para pendukung sepak bola Indonesia.

Hanya satu hal yang ditakutkan, yaitu perselisihan antara pendukung Persib Bandung dengan pendukung Persija Jakarta. Walaupun kedua tim tersebut tidak akan melakukan pertandingan, tapi ketika para Viking atau Bobotoh berkunjung ke Jakarta, selalu mendapat teror atau bahkan pengrusakan angkutan yang membawa mereka.

Semoga apa yang telah disiapkan oleh para panitia untuk menjaga keamanan pertandingan dapat terlaksana dengan baik. Begitu juga dengan persiapan dari kedua tim. Dari kubu Persib Bandung, mereka sudah menyiapkan angkutan yang akan membawa pendukung mereka ke Jakarat. Mereka juga sudah berkoordinasi dengan pihak keamanan terutama Polda Jawa Barat agar bisa mengawal perjalanan mereka ke Jakarta. Hal itu juga di lakukan oleh Kepolisian Jakarta, mereka juga juga sudah melakukan koordinasi dengan semua pihak untuk mendukung final piala Presiden berjalan dengan baik.

Kalau dari pendukung Sriwijaya FC tidak ada yang perlu di khawatirkan. Sejauh ini mereka tidak pernah membuat ulah. Hubungan mereka dengan pendukung Persija Jakarta atau pun pendukung Persib Bandung masih baik-baik saja. Apalagi tahun kemaren, Persib Bandung baru saja menjuarai Liga Indonesia yang partai finalnya berlangsung di Palembang.

Semoga pertandingan final Piala Presiden dapat berjalan dengan baik. Tidak ada provokator, tidak aksi saling mengejek, tidak ada yang rasis. Mari tunjukan bahwa sepak bola Indonesia ini bisa berubah ke arah yang lebih baik dan bisa membuka hari para pentinggi PSSI dan Pemerintah. Semoga tahun depan Liga Indonesia bisa di mulai kembali.