Rumah Untuk Anak Kita

Sekarang ini membeli rumah merupakan hal yang tidak sulit lagi. Hampir tiap satu sekali selalu ada pameran rumah di Jakarta. Beraneka ragam jenis rumah ada, mulai dari lokasinya yang masih di Jakarta, dari harga ratusan juga sama milyaran rupiah. Tinggak mencocokannya dengan kantong kita.

Tapi untuk saat ini saya belum rencana membeli rumah dalam dekat. Plan sekarang masih menyewa. Terkadang ada juga saran dari keluarga terdekat. Lebih baik uangnya di bayar buat cicilan rumah, dari pada sewa. Sebenarnya ada beberapa hal yang membuat saya berpikir dua kali untuk membeli rumah.

  • Riba. Ini merupakan faktor utama. Sebagai umat yang beragama Islam, saya mencoba patuh kepada aturan Allah. Riba ini tidak hanya menyebabkan kita rugi nanti di akhirat, tapi juga rugi dunia. Dimana setiap bulan hidup kita dihantui oleh tagihan, belum lagi bunganya yang sangat tidak bersahabat dengan kita.
  • Belum menemukan tempat yang cocok. Sebagai perantau di Jakarta, saya melakukan riset kecil-kecilan mengenai tempat tinggal yang akan saya tempatinya nantinya. Karena pilihan ini juga mempengaruhi terhadap anak saya nantinya. Sampai saat ini saya masih berusaha untuk mencari rumah masih di kawasan Jakarata. Kalau pun tidak dapat, mungkin saya pulang ke kampung halaman. Jadi petani sepertinya lebih menyenangkan.

 

Advertisements

Cerita Akhir Pekan

Tulisan ini saya buat sekitar 30 menit sebelum berangkat ke kantor. Sebelumnya mohon maaf karena kemaren saya tidak bisa posting untuk rubrik belajar Bahasa Minang.

Weekend kali ini kebanyakan aktifitas saya berada di luar rumah. Sabtu pagi saya menemani istri dan anak pergi berenang di daerah Gudang Peluru. Untuk pertama kalinya Hafshah berenang di kolam renang umum. Siangnya kami singgah di tempat saudara di daerah Tebet. Silahturahmi sekalian beli Madu Pramuka.

Sebenarnya hari minggu tidak ada rencana pergi keluar. Rencananya mengisi rubrik Bahasa Minang dan siangnya menyantapi Gulai Santan buatan istri. Tapi tiba-tiba kepikiran pergi ke rumah saudara di Pondok Aren. Sekitar jam 09.00 kami berangkat dari rumah.

Perjalanan kali ini saya mencoba menggunakan Kereta Api (Commuter Line). Biasanya kami naik Uber untuk pergi kemanapun. Sekalian mengenalkan Commuter Line pada Hafshah. Motor saya parkir di Stasiun Palmerah dan kami turun di Stasiun Jurangmangu. Dari Stasiun Jurangmangu kami melanjutkan dengan angkot.

Rencananya, jika perjalanan lancar, kami akan pulang sekitar jam 11.00 dari Pondok Aren. Tetapi rencana hanya tinggal rencana. Kami sampai di rumah sekitar jam 15.00.

Semoga Minggu depan saya bisa mengisi kembali rubrik Belajar Bahasa Minang.

Petani dan Nelayan, Harapan Masyarakat Indonesia

Indonesia ini mempunyai beraneka ragam profesi pekerjaan. Setiap profesi pekerjaan tersebut pasti mempunyai dampak positif bagi manusia yang ada disekitarnya. Dari sekian banyak profesi pekerjaan tersebut, ada beberapa profesi pekerjaan yang keberlangsungannya bergantung kepada pemerintah. Artinya disini peran pemerintah sengat menentukan, apakah profesi pekerjaan tersebut membuat untung si pelakunya atau malah membawa kerugian.

Disini saya akan mencoba menjelaskan dua profesi pekerjaan, dimana kita sangat bergantung ke dua profesi pekerjaan tersebut.

  • Petani. Saya dibesarkan di keluarga petani. Nenek saya seorang petani, begitu juga dengan kakek saya. Petani disini mencakup semuanya, petani padi, petani sayuran, petani buah-buahan. Sebenarnya hasil pertanian Indonesia mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Indonesia. Tapi banyak hasil pertanian yang masuk dari luar negeri, membuat hasil pertanian petani Indonesia seperti kurang di hargai.
  • Nelayan. Siapa yang tidak tahu laut Indonesia? Sampai-sampai ada nelayan dari negara tetangga yang ikut mengambil ikan dari laut Indonesia. Tapi ada kebijakan dari Perum Perikanan Indonesia seakan tidak memihak kepada kepentingan nelayan.

Saya sempat membayangkan, jikalau kedua profesi tersebut melakukan mogok masal, apa yang akan terjadi? Indonesia akan kekurangn bahan pokok makanan. Semoga kedepannya, semua kebijakan pemerintah lebih mementingkan masyarakat Indonesia, terutama untuk petani dan nelayan.

[BELAJAR BAHASA MINANG] BAGIAN 2

Memenuhi janji minggu lalu, saya berusaha konsisten untuk posting kata-kata dalam Bahasa Minang. Untuk bagian 2 ini saya menjelaskan mengenal angka dalam Bahasa Minang. Marik belajar :

  1. Dalam Bahasa Minang, angka Satu dikenal dengan kata “Ciek”.
  2. Dalam Bahasa Minang, angka Dua dikenal dengan kata “Duo”
  3. Dalam Bahasa Minang, angka Tiga dikenal dengan kata “Tiga”
  4. Dalam Bahasa Minang, angka Empat dikenal dengan kata “Ampek”
  5. Dalam Bahasa Minang, angka Lima dikenal dengan kata “Limo”
  6. Dalam Bahasa Minang, angka Enam dikenal dengan kata “Anam”
  7. Dalam Bahasa Minang, angka Tujuh dikenal dengan kata “Tujuah”
  8. Dalam Bahasa Minang, angka Delapan dikenal dengan kata “Salapan atau Lapan”
  9. Dalam Bahasa Minang, angka Sembilan dikenal dengan kata “Sambilan”
  10. Dalam Bahasa Minang, angka Sepuluh dikenal dengan kata “Sapuluah”

Nah, bagaimana sahabat Palanta? Sudah bertambahkah pengetahuan kosa kata Bahasa Minangnya? Bagi yang ingin terus belajar Bahasa Minang, tunggu saja setiap hari Minggu hanya di Blog Palanta Ajo Budi.

Mencari Keadilan di Portal Berita Online

Sekarang ini portal berita online sudah banyak bermunculan. Kemunculannya seperti jamur di musim hujan. Sebagian dari portal berita online tersebut, ada yang membawa kepentingan pemilik.

Seharusnya, semua pemberitaan harus berpihak kepada kebenaran. Tidak semata hanya mementingan kepentingan segilintir kelompok. Satu hal yang harus diketahui, bahwa saat ini masyarakat sudah sangat cerdas dalam memilah-milah berita.

Merujuk adanya sebagian berita portal online yang membawa kepentingan pemilik. Maka saya mulai mencari-cari portal berita online yang benar-benar menyampaikan informasi berdasarkan fakta. Sulit memang, tapi saya akhirnya menemukan 2 portal berita online yang saya anggap bisa memberikan berita yang jujur sampai sejauh ini.

Portal ini merupakan portal yang berbagi mengenai informasi terupdate tentang ranah teknologi. Permasalahan yang banyak dibahas di portal ini adalah mengenai startup.

Sampai saat ini saya belum tahu siapa pemilik portal berita ini. Tetapi berita yang disampaikan sejauh ini sangat akurat. Tidak berpihak kepada salah pihak. Portal berita ini berusaha menyampaikan berita dari dua sisi.

Sekarang kembali kepada diri masing-masing. Zaman sudah berubah dengan cepat, informasi berita akan datang cepat. Dimana pada zaman sebelum era teknologi seperti sekarang ini muncul, kita harus menunggu sampai besok pagi untuk update berita terbaru. Sekarang hanya dalam hitungan detik, berita tersebut sudah sampai di tangan kita.

[Info Jakarta] Bersabar Ketika Hujan

Hujan tidak seharusnya disalahkan. Kalau kita pernah menyalahkan hujan, berarti secara tidak langsung kita menyalahkan Tuhan karena telah menurunkan hujan.

Sepertinya yang terjadi di beberapa hari belakangan ini. Hujan sangat rajin mengguyur Ibukota. Salah satu faktor yaitu kita sudah memasuki bulan yang berakhiran “ber”. Suatu hal yang pasti terjadi ketika sudah turun adalah datangnya kemacetan.

Halte bus, di bawah jembatan layang dan tempat-tempat berteduh lainnya akan penuh sesak dengan pengendara sepeda motor. Saya hampir tidak pernah meniru hal seperti itu. Karena saya selalu sedia jas hujan di motor.

Menurut pengataman saya, Jakarta akan macet parah ketika ada dua kondisi. Pertama kondisi ketika hujan berlangsung atau sesudah hujan berlangsung dan yang kedua kondisi ketika hari Jum’at.

Makanya, apabila saya sudah bertemu dengan kedua kondisi tersebut, saya akan pulang setelah Shalat Maghrib. Ini mengingat waktu tempuh yang lama dan akan mengakibatkan terlewatnya waktu Shalat Maghrib. Kemacetan tetap ada, tapi setidaknya sudah berkurang dan saya bisa lebih santai di perjalanan.

Rubrik Palanta Ajo Budi

Sebenarnya saya berencana membuat postingan  rutin berupa rubrik di blog ini. Untuk hari minggu saya yakin bisa shared kata-kata dalam Bahasa Minang. Semoga saya konsisten di setiap minggu untuk posting rubrik belajar bahasa minang.

Jadi, dalam 1 minggu itu ada 7 rubrik. Sekarang di Palanta Ajo Budi sudah ada rubrik Belajar Bahasa Minang dan rubrik Info Jakarta. Berarti saya harus mencari 5 rubrik lagi untuk mengisi blog ini.

Semoga besok sudah ada rubrik baru ini. Semangat pagi, mari mandi dan gosok gigi.