Petani dan Nelayan, Harapan Masyarakat Indonesia

Indonesia ini mempunyai beraneka ragam profesi pekerjaan. Setiap profesi pekerjaan tersebut pasti mempunyai dampak positif bagi manusia yang ada disekitarnya. Dari sekian banyak profesi pekerjaan tersebut, ada beberapa profesi pekerjaan yang keberlangsungannya bergantung kepada pemerintah. Artinya disini peran pemerintah sengat menentukan, apakah profesi pekerjaan tersebut membuat untung si pelakunya atau malah membawa kerugian.

Disini saya akan mencoba menjelaskan dua profesi pekerjaan, dimana kita sangat bergantung ke dua profesi pekerjaan tersebut.

  • Petani. Saya dibesarkan di keluarga petani. Nenek saya seorang petani, begitu juga dengan kakek saya. Petani disini mencakup semuanya, petani padi, petani sayuran, petani buah-buahan. Sebenarnya hasil pertanian Indonesia mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Indonesia. Tapi banyak hasil pertanian yang masuk dari luar negeri, membuat hasil pertanian petani Indonesia seperti kurang di hargai.
  • Nelayan. Siapa yang tidak tahu laut Indonesia? Sampai-sampai ada nelayan dari negara tetangga yang ikut mengambil ikan dari laut Indonesia. Tapi ada kebijakan dari Perum Perikanan Indonesia seakan tidak memihak kepada kepentingan nelayan.

Saya sempat membayangkan, jikalau kedua profesi tersebut melakukan mogok masal, apa yang akan terjadi? Indonesia akan kekurangn bahan pokok makanan. Semoga kedepannya, semua kebijakan pemerintah lebih mementingkan masyarakat Indonesia, terutama untuk petani dan nelayan.

Advertisements

[BELAJAR BAHASA MINANG] BAGIAN 2

Memenuhi janji minggu lalu, saya berusaha konsisten untuk posting kata-kata dalam Bahasa Minang. Untuk bagian 2 ini saya menjelaskan mengenal angka dalam Bahasa Minang. Marik belajar :

  1. Dalam Bahasa Minang, angka Satu dikenal dengan kata “Ciek”.
  2. Dalam Bahasa Minang, angka Dua dikenal dengan kata “Duo”
  3. Dalam Bahasa Minang, angka Tiga dikenal dengan kata “Tiga”
  4. Dalam Bahasa Minang, angka Empat dikenal dengan kata “Ampek”
  5. Dalam Bahasa Minang, angka Lima dikenal dengan kata “Limo”
  6. Dalam Bahasa Minang, angka Enam dikenal dengan kata “Anam”
  7. Dalam Bahasa Minang, angka Tujuh dikenal dengan kata “Tujuah”
  8. Dalam Bahasa Minang, angka Delapan dikenal dengan kata “Salapan atau Lapan”
  9. Dalam Bahasa Minang, angka Sembilan dikenal dengan kata “Sambilan”
  10. Dalam Bahasa Minang, angka Sepuluh dikenal dengan kata “Sapuluah”

Nah, bagaimana sahabat Palanta? Sudah bertambahkah pengetahuan kosa kata Bahasa Minangnya? Bagi yang ingin terus belajar Bahasa Minang, tunggu saja setiap hari Minggu hanya di Blog Palanta Ajo Budi.

Mencari Keadilan di Portal Berita Online

Sekarang ini portal berita online sudah banyak bermunculan. Kemunculannya seperti jamur di musim hujan. Sebagian dari portal berita online tersebut, ada yang membawa kepentingan pemilik.

Seharusnya, semua pemberitaan harus berpihak kepada kebenaran. Tidak semata hanya mementingan kepentingan segilintir kelompok. Satu hal yang harus diketahui, bahwa saat ini masyarakat sudah sangat cerdas dalam memilah-milah berita.

Merujuk adanya sebagian berita portal online yang membawa kepentingan pemilik. Maka saya mulai mencari-cari portal berita online yang benar-benar menyampaikan informasi berdasarkan fakta. Sulit memang, tapi saya akhirnya menemukan 2 portal berita online yang saya anggap bisa memberikan berita yang jujur sampai sejauh ini.

Portal ini merupakan portal yang berbagi mengenai informasi terupdate tentang ranah teknologi. Permasalahan yang banyak dibahas di portal ini adalah mengenai startup.

Sampai saat ini saya belum tahu siapa pemilik portal berita ini. Tetapi berita yang disampaikan sejauh ini sangat akurat. Tidak berpihak kepada salah pihak. Portal berita ini berusaha menyampaikan berita dari dua sisi.

Sekarang kembali kepada diri masing-masing. Zaman sudah berubah dengan cepat, informasi berita akan datang cepat. Dimana pada zaman sebelum era teknologi seperti sekarang ini muncul, kita harus menunggu sampai besok pagi untuk update berita terbaru. Sekarang hanya dalam hitungan detik, berita tersebut sudah sampai di tangan kita.

[Info Jakarta] Bersabar Ketika Hujan

Hujan tidak seharusnya disalahkan. Kalau kita pernah menyalahkan hujan, berarti secara tidak langsung kita menyalahkan Tuhan karena telah menurunkan hujan.

Sepertinya yang terjadi di beberapa hari belakangan ini. Hujan sangat rajin mengguyur Ibukota. Salah satu faktor yaitu kita sudah memasuki bulan yang berakhiran “ber”. Suatu hal yang pasti terjadi ketika sudah turun adalah datangnya kemacetan.

Halte bus, di bawah jembatan layang dan tempat-tempat berteduh lainnya akan penuh sesak dengan pengendara sepeda motor. Saya hampir tidak pernah meniru hal seperti itu. Karena saya selalu sedia jas hujan di motor.

Menurut pengataman saya, Jakarta akan macet parah ketika ada dua kondisi. Pertama kondisi ketika hujan berlangsung atau sesudah hujan berlangsung dan yang kedua kondisi ketika hari Jum’at.

Makanya, apabila saya sudah bertemu dengan kedua kondisi tersebut, saya akan pulang setelah Shalat Maghrib. Ini mengingat waktu tempuh yang lama dan akan mengakibatkan terlewatnya waktu Shalat Maghrib. Kemacetan tetap ada, tapi setidaknya sudah berkurang dan saya bisa lebih santai di perjalanan.

Rubrik Palanta Ajo Budi

Sebenarnya saya berencana membuat postingan  rutin berupa rubrik di blog ini. Untuk hari minggu saya yakin bisa shared kata-kata dalam Bahasa Minang. Semoga saya konsisten di setiap minggu untuk posting rubrik belajar bahasa minang.

Jadi, dalam 1 minggu itu ada 7 rubrik. Sekarang di Palanta Ajo Budi sudah ada rubrik Belajar Bahasa Minang dan rubrik Info Jakarta. Berarti saya harus mencari 5 rubrik lagi untuk mengisi blog ini.

Semoga besok sudah ada rubrik baru ini. Semangat pagi, mari mandi dan gosok gigi.

 

[Belajar Bahasa Minang] Bagian 1

Yes, akhirnya ada rubrik baru di Palanta Ajo Budi. Rubrik belajar Bahasa Minang. Setiap hari Minggu saya akan posting beberapa kosa kata Bahasa Minang yang biasa di pergunakan ketika makan di Rumah Makan Padang, ketika belanja di Tanah Abang atau tempat lainnya yang penjualnya orang Minang. Ayok kita langsung belajar Bahasa Minang.

  • Tambuah Ciek Da

Tambuah itu artinya Tambah. Ciek itu artinya Satu. Da itu singkatan dari Uda. Jadi kalau digabung akan menjadi “Tambah Satu Uda”. Kata ini mungkin sering kita dengar atau sering kita ucapkan ketika minta tambah nasi.

  • Bara Da?

Bara itu artinya Berapa. Da itu singkatan dari Uda. Jadi kalau digabung akan menjadi “Berapa Uda?”. Kata ini sering di dengar ketika kita akan membayar jika setelah selesai makan di Rumah Makan Padang. Atau bisa juga digunakan untuk menanyakan harga. Kata ini lebih pas diartikan ke Bahasa Indonesia dengan “Jadi Berapa Uda?”.

  • Ndak Bisa Kurang Da?

Ndak itu artinya Tidak. Kata Bisa dan Kurang merupakan kata Bahasa Indonesia yang biasa kita dengar. Da itu singkatan dari Uda. Kalau digabung akan menjadi “Tidak Bisa Kurang Uda?”. Kata ini sering dipakai ketika kita hendak menawar barang akan kita beli. Tempat yang paling cocoknya untuk menerapkan kata ini ada ketika belanja di Tanah Abang, Cipadu.

  • Apo Samba-nyo?

Apo itu artinya Apa. Samba dalam Bahasa Indonesia bisa diistilahkan dengan Lauk. Jadi kalau digabung akan menjadi “Apa Lauknya”? Kata sering kita dengar ketika beli nasi di Rumah Makan Padang. Kata “Apo Samba-nyo” akan digunakan pelayan untuk menanyakan menu yang akan kita pesan.

  • Alah Harago Pas Da

Alah itu artinya Sudah. Harago itu artinya Harga. Da itu singkatan dari Uda. Jadi kalau digabung akan menjadi “Sudah Harga Pas Uda”. Kata ini sering kita dengar ketika kita menawar harga, Uda yang menjawab dengan kata ini. Jadi kalau kita menawar dengan “Ndak Bisa Kurang Da. Maka Uda yang jual akan menjawab “Alah Harago Pas Da”.

Nantikan rubrik belajar Bahasa Minang Minggu depan.

[Info Jakarta] Ganjil Genap Bukan Solusi Kemacetan

Sejak di berlakukan sistem ganji genap di DKI Jakarta pada tanggal 30 Agustus 2016, para pengguna mobil pribadi harus di pusingkan mencari jalan alternatif lainnya. Beberapa ruas jalan yang berlakunya sistem ganjil genap adalah Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, dan sebagian Jalan Gatot Subroto (persimpangan Jalan HR Rasuna Said sampai Gerbang Pemuda. Sistem ganjil ini berlaku dari hari Senin sampai Jum’at di mulai pada pukul 07.00 – 10.00 WIB dan pukul 16.00 – 20.00 WIB.

Sistem ganjil genap tidak berlaku pada hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional. Ada beberapa kendaraan yang tidak berlaku sistem ganjil genap, diantaranya :

  • Mobil dinas Presiden RI dan Wakil Presiden RI.
  • Pejabat lembaga tinggi negara dengan plat RI dan kendaraan pengawalnya.
  • Kendaraan dinas instansi pemerintah.
  • Mobil pemadam kebakaran.
  • Mobil ambulans.
  • Mobil angkutan umum plat kuning.
  • Mobil angkutan barang.
  • Sepeda motor.

Tapi sayangnya sistemnya ganjil genap belum berhasil mengurangi kemacetan ibukota. Beberapa ruas jalan yang sering dilewati tetap saja macet. Bahkan pada jam normal sekalipun. Seperti Jalan Gatot Subroto, mulai dari depan Gedung DPR/MPR sampai menuju Semanggi.

Saya mempunyai beberapa ide untuk mengatasi kemacetan Jakarta, semoga ide saya ini sampai ke telinga Gubernur DKI Jakarta. Tapi satu hal, kemacetan itu pasti akan berkurang apabila di tangani dengan cara baik-baik, mendengarkan masukan dari berbagai pihak.

  • Mobil yang lewat di jalan ibukota adalah mobil yang akhiran platnya sama dengan tanggal ketika dia lewat.Misalnya mobil dengan plat B 6666 XXX. Maka mobil itu hanya bisa lewat setiap tanggal 6, tanggal 16 dan tanggal 26.
  • Pemerintah DKI Jakarta menyediakan sentral bus di setiap kota pinggir di ibukota. Seperti Depok, Bekasi, Tangerang & Bogor. Disana disediakan puluhan bus yang siap mengangkut para pekerjaa yang akan menuju Jakarta.Bus harus banyak dan ongkos bus harus murah. Bus tersebut harus melewati jalan-jalan tempat para pekerja bekerja. Konsepnya hampir sama dengan bus sekolah. Untuk hal ini pemerintah DKI Jakarta harus bekerja sama dengan setiap perusahaan, mall dan pusat belanja di Jakarta. Jadi setiap karyawan yang bekerja di wajibkan naik bus tersebut.

Semoga kedepannya Jakarta bisa menjadi lebih baik dan menjadi kota yang nyaman.