Pemikiran Ku

Niat Para Perokok

Saya termasuk orang yang sangat giat mengkampanyekan anti rokok. Kampanye tersebut saya mulai dari keluarga saya sendiri. Ayah dan adik saya merupakan perokok aktif. Ayah merupakan perokok berat. Tetapi gerakan untuk berhenti merokok mustahil bisa terlaksana jika dari pelakunya sendiri tidak ada niat untuk berhenti.

Kalaupun niat untuk berhenti merokok sudah ada, tetapi tidak segera dilakukan, ini juga sama bohong. Niat berhenti merokok itu harus dibarengi dengan implementasi. Percaya atau tidak, para perokok harusnya mengambil pelajaran dari para perokok yang sudah berhenti dari aktifitas ahli hisap tersebut.

Disini saya mencoba shared beberapa tips supaya sahabat palanta yang masih aktif merokok bisa berhenti. Saya tahu niatnya sudah ada, dan dengan adanya tips berikut ini bisa meneruskan niat untuk berhenti total jadi perokok aktif. Seperti biasanya, tips berikut ini saya dapat dari mereka-mereka yang berhasil berhenti merokok.

  • Lakukan rontgen 3D. Cara ini dilakukan oleh saudara dari teman saya. Setelah dilakukan rontgen 3D, hasilnya paru-parunya sudah hitam. Mulai dari saat itu, dia mulai benci dari yang namanya rokok. Sampai-sampai, jika ketika berbicara dengan temannya yang perokok, dia sampai membuang dan menghancurkan rokok temannya tersebut. Teman bertanya, kenapa buang rokok saya? Dia menjawab, saya sudah sangat benci dengan rokok ini, rokok ini yang membuat paru-paru saya hitam.
  • Aduk air dengan garam dalam satu wadah. Celupkan semua ujung rokok yang biasa di hisap ke dalam wadah yang berisi dengan air dengan garam. Masukan lagi kedalam kota. Nah, setiap akan merokok, kita akan merasakan rasa asin.

Intinya, semuanya dikembalikan kepada niat para pelaku perokok.Dan yang penting niat harus diiringi dengan langkah nyata.

Advertisements

Cerita Akhir Pekan

Tulisan ini saya buat sekitar 30 menit sebelum berangkat ke kantor. Sebelumnya mohon maaf karena kemaren saya tidak bisa posting untuk rubrik belajar Bahasa Minang.

Weekend kali ini kebanyakan aktifitas saya berada di luar rumah. Sabtu pagi saya menemani istri dan anak pergi berenang di daerah Gudang Peluru. Untuk pertama kalinya Hafshah berenang di kolam renang umum. Siangnya kami singgah di tempat saudara di daerah Tebet. Silahturahmi sekalian beli Madu Pramuka.

Sebenarnya hari minggu tidak ada rencana pergi keluar. Rencananya mengisi rubrik Bahasa Minang dan siangnya menyantapi Gulai Santan buatan istri. Tapi tiba-tiba kepikiran pergi ke rumah saudara di Pondok Aren. Sekitar jam 09.00 kami berangkat dari rumah.

Perjalanan kali ini saya mencoba menggunakan Kereta Api (Commuter Line). Biasanya kami naik Uber untuk pergi kemanapun. Sekalian mengenalkan Commuter Line pada Hafshah. Motor saya parkir di Stasiun Palmerah dan kami turun di Stasiun Jurangmangu. Dari Stasiun Jurangmangu kami melanjutkan dengan angkot.

Rencananya, jika perjalanan lancar, kami akan pulang sekitar jam 11.00 dari Pondok Aren. Tetapi rencana hanya tinggal rencana. Kami sampai di rumah sekitar jam 15.00.

Semoga Minggu depan saya bisa mengisi kembali rubrik Belajar Bahasa Minang.

Rubrik Palanta Ajo Budi

Sebenarnya saya berencana membuat postingan  rutin berupa rubrik di blog ini. Untuk hari minggu saya yakin bisa shared kata-kata dalam Bahasa Minang. Semoga saya konsisten di setiap minggu untuk posting rubrik belajar bahasa minang.

Jadi, dalam 1 minggu itu ada 7 rubrik. Sekarang di Palanta Ajo Budi sudah ada rubrik Belajar Bahasa Minang dan rubrik Info Jakarta. Berarti saya harus mencari 5 rubrik lagi untuk mengisi blog ini.

Semoga besok sudah ada rubrik baru ini. Semangat pagi, mari mandi dan gosok gigi.

 

[Info Jakarta] Ganjil Genap Bukan Solusi Kemacetan

Sejak di berlakukan sistem ganji genap di DKI Jakarta pada tanggal 30 Agustus 2016, para pengguna mobil pribadi harus di pusingkan mencari jalan alternatif lainnya. Beberapa ruas jalan yang berlakunya sistem ganjil genap adalah Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, dan sebagian Jalan Gatot Subroto (persimpangan Jalan HR Rasuna Said sampai Gerbang Pemuda. Sistem ganjil ini berlaku dari hari Senin sampai Jum’at di mulai pada pukul 07.00 – 10.00 WIB dan pukul 16.00 – 20.00 WIB.

Sistem ganjil genap tidak berlaku pada hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional. Ada beberapa kendaraan yang tidak berlaku sistem ganjil genap, diantaranya :

  • Mobil dinas Presiden RI dan Wakil Presiden RI.
  • Pejabat lembaga tinggi negara dengan plat RI dan kendaraan pengawalnya.
  • Kendaraan dinas instansi pemerintah.
  • Mobil pemadam kebakaran.
  • Mobil ambulans.
  • Mobil angkutan umum plat kuning.
  • Mobil angkutan barang.
  • Sepeda motor.

Tapi sayangnya sistemnya ganjil genap belum berhasil mengurangi kemacetan ibukota. Beberapa ruas jalan yang sering dilewati tetap saja macet. Bahkan pada jam normal sekalipun. Seperti Jalan Gatot Subroto, mulai dari depan Gedung DPR/MPR sampai menuju Semanggi.

Saya mempunyai beberapa ide untuk mengatasi kemacetan Jakarta, semoga ide saya ini sampai ke telinga Gubernur DKI Jakarta. Tapi satu hal, kemacetan itu pasti akan berkurang apabila di tangani dengan cara baik-baik, mendengarkan masukan dari berbagai pihak.

  • Mobil yang lewat di jalan ibukota adalah mobil yang akhiran platnya sama dengan tanggal ketika dia lewat.Misalnya mobil dengan plat B 6666 XXX. Maka mobil itu hanya bisa lewat setiap tanggal 6, tanggal 16 dan tanggal 26.
  • Pemerintah DKI Jakarta menyediakan sentral bus di setiap kota pinggir di ibukota. Seperti Depok, Bekasi, Tangerang & Bogor. Disana disediakan puluhan bus yang siap mengangkut para pekerjaa yang akan menuju Jakarta.Bus harus banyak dan ongkos bus harus murah. Bus tersebut harus melewati jalan-jalan tempat para pekerja bekerja. Konsepnya hampir sama dengan bus sekolah. Untuk hal ini pemerintah DKI Jakarta harus bekerja sama dengan setiap perusahaan, mall dan pusat belanja di Jakarta. Jadi setiap karyawan yang bekerja di wajibkan naik bus tersebut.

Semoga kedepannya Jakarta bisa menjadi lebih baik dan menjadi kota yang nyaman.

Menikah Itu Perjalanan

Bagi saya, setiap tahun selalu ada perjalanan yang menarik dan membuat saya bangga bercerita kepada siapapun. Entah itu kepada orang tua, saudara, kawan-kawan di kantor atau sahabat palanta. Dan perjalanan tahun ini adalah saya sudah menikah. Alhamdulillah, Allah telah memudahkan perjalanan saya untuk menyempurnakan separuh Agama.

“Akan banyak cerita dalam perjalanan menuju menikah dan setelah menikah.”

PHOTO (1)

Menikah itu adalah perjalanan, karena setelah menikah, akan banyak hal yang kita lewati. Saya melewati hari-hari dengan bercerita dengan istri, melewati hari-hari membersihkan rumah dengan istri.

Cerita Untuk Anak Cucu

Ketika saya berjalan menyinggahi beberapa kota di Indonesia, maka saya sudah mempunyai rangkuman cerita yang menarik. Cerita ini nanti akan saya ceritakan kepada anak cucu saya nantinya. Apapun itu, cobalah untuk sedikit berbagi pengalaman kita saat mengunjungi daerah baru. Saya selalu berkeinginan untuk mengumpulkan hal-hal baru, merekam indahnya cipataan Allah, mendengar nyanyian orang daerah.

Dulu saya hanya minta kepada Allah untuk bekerja di Jakarta. Ibu kota nan seksi, ibu kota yang banyak memberikan pelajaran hidup. Tapi Allah beri lebih, saya bisa mengunjungi Medan, Jambi, Lampung, Palembang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Lombok dan Kalimatan.

Sekarang saya juga sadar, kenapa Allah melahirkan saya di bumi Indonesia yang punya banyak kota, punya banyak pulau, punya banyak pantai, punya banyak budaya. Jawabannya cuma satu : Allah menyuruh saya untuk menikmati ciptaannya. Apabila kita sudah menikmati ciptaannya, maka kita akan bersyukur, bahwa Allah itu sayang kepada kita. Allah ingin kita bercerita kepada anak cucu kita tentang indahnya cipataan Allah.

Mencari Solusi

Sebenarnya arah sepak bola Indonesia sedang menuju arah ketidakjelasan. Terkesan menghakimi memang, tapi itulah fakta yang sedang terjadi. Sebagai penggemar sepak bola saya sangat kecewa. Terlebih lagi pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Berapa banyak pemain, staff & official yang sekarang menganggur.

Semua pihak ada kepentingan di dalamnya, tidak ada yang mau mengalah. Setidaknya harus ada sebuah solusi pihak penengah. Tapi untuk saat ini pihak penengah hanya mendiamkan masalah itu. Entah sampai kapan.