Curhat

Taman Suropati, Salah Satu Sudut Kenyamanan Ibu Kota

Selamat berakhir pekan. Postingan ini ditulis ketika saya berada di Taman Suropati. Di bawah rindangnya pohon, di selimuti cuaca yang sangat sejuk, beralaskan rumput nan hijau. Ibu kota bersyukur masih punya taman. Tujuannya jelas, mengimbangi pembangunan pohon beton serta menyelaraskan pemandangan mata.

Gemirciknya suara air, syahdunya kicauan burung serta semangatnya ayunan kaki, menambah semangatnya berakhir pekan. Saya memang tidak berlebihan memuji Jakarta. Terlepas dari semua polemik yang terjadi belakngan ini, Jakarta punya hal untuk di banggakan.

Ini merupakan pengalaman pertama saya menulis outdoor. Sangat menarik, saya berpikir sejenak, menoleh ke sekitar taman untuk mencari sambungan kata yang akan saya tulis.

Taman Suropati sangat cocok sebagai tempat edukasi bagi anak-anak, terutama yang berumur di bawah 5 tahun. Ada burung, tanaman yang mungkin tidak bisa ditemui di tempat lain.

Di depan Taman Suropati, ada hamparan tanaman yang berwarna-warni. Lokasinya persis berada disebrang Kantor Bapenas.

Nah, nikmat Allah mana lagi yang kita dustakan. Sudah sepatunya kita bersyukur. Selamat berakhir pekan.

Advertisements

Belajar Akrab Dengan Aplikasi Online

Perkembangan teknologi membuat pola pikir sebagian orang juga ikut berubah. Dulu, jika seseorang ingin membeli sesuatu, hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari pakaian untuk keluar rumah. Kemudian dilanjutkan dengan naik angkutan untuk menuju pasar. Sesampai di pasar, maka kita akan mencari toko, melakukan tawar menawar, deal harga, baru pulang. Setidaknya alur belanja offline tersebut masih bertahan sampai sekarang.

Saat ini, kita harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Setiap hari adalah proses belajar. Selalu ada hal-hal baru yang akan muncul. Smartphone bulan ini bisa jadi sudah agak canggih di bandingkan dengan smartphone yang keluar bulan lalu.

Masyarakat kota besar seperti Jakarta merupakan pelaku terbesar dalam perkembangan teknologi ini. Mulai dari munculnya aplikasi angkutan online (ojek dan taksi), aplikasi belanja online dan aplikasi update informasi jalanan.

Hal biasa seperti potong rambut pun tidak luput dari yang namanya aplikasi. Sahabat palanta mau beli buah? Sayuran? Semua sudah aplikasinya. Bahkan yang terbaru, sahabat palanta bisa beli obat lewat aplikasi. Konsultasi dengan dokter pun bisa melalui aplikasi.

Sekarang tinggal bagaimana kita memanfaatkan aplikasi-aplikasi tersebut dengan maksimal.

Mengurangi Jatah Nasi

Saya sepakat bersama istri untuk mengurangi jatah makan nasi setiap pagi. Kebiasaan sarapan dengan nasi sudah dimulai sejak saya masih kecil. Penyebab utamanya adalah ketika berat badan saya dikritik oleh ibu saya sendiri. Naiknya memang drastis, setelah menikah berat badan saya naik lebih kurang 20 KG.

Maka dari itu, bersama istri saya merancang menu sarapan pagi yang sehat. Tujuan utamanya mengurangi jumlah karbohidrat di pagi hari. Alhasil, dalam satu minggu hanya ada 1 menu nasi, yaitu nasi goreng.

Telur memainkan peran disetiap sarapan pagi saya. Tidak terlalu sering memang, setidaknya dalam satu minggu, jatah makan telur sekitar 2 sampai 3 kali. Olahannya bervariatif, mulai dari telur rebus, omlete, dan ceplok. Biasanya di temani oleh sosis, atau kentang yang kadang di rebus kadang di goreng.

Pilihan untuk hidup sehat ada di tangan kita. Beraneka ragam menu makanan sehat banyak di google atau instagram. Tinggal bagaimana kita memilih menu yang benar-benar cocok dengan kita. Ayo mari hidup sehat.

Rumah Untuk Anak Kita

Sekarang ini membeli rumah merupakan hal yang tidak sulit lagi. Hampir tiap satu sekali selalu ada pameran rumah di Jakarta. Beraneka ragam jenis rumah ada, mulai dari lokasinya yang masih di Jakarta, dari harga ratusan juga sama milyaran rupiah. Tinggak mencocokannya dengan kantong kita.

Tapi untuk saat ini saya belum rencana membeli rumah dalam dekat. Plan sekarang masih menyewa. Terkadang ada juga saran dari keluarga terdekat. Lebih baik uangnya di bayar buat cicilan rumah, dari pada sewa. Sebenarnya ada beberapa hal yang membuat saya berpikir dua kali untuk membeli rumah.

  • Riba. Ini merupakan faktor utama. Sebagai umat yang beragama Islam, saya mencoba patuh kepada aturan Allah. Riba ini tidak hanya menyebabkan kita rugi nanti di akhirat, tapi juga rugi dunia. Dimana setiap bulan hidup kita dihantui oleh tagihan, belum lagi bunganya yang sangat tidak bersahabat dengan kita.
  • Belum menemukan tempat yang cocok. Sebagai perantau di Jakarta, saya melakukan riset kecil-kecilan mengenai tempat tinggal yang akan saya tempatinya nantinya. Karena pilihan ini juga mempengaruhi terhadap anak saya nantinya. Sampai saat ini saya masih berusaha untuk mencari rumah masih di kawasan Jakarata. Kalau pun tidak dapat, mungkin saya pulang ke kampung halaman. Jadi petani sepertinya lebih menyenangkan.

 

Cerita Akhir Pekan

Tulisan ini saya buat sekitar 30 menit sebelum berangkat ke kantor. Sebelumnya mohon maaf karena kemaren saya tidak bisa posting untuk rubrik belajar Bahasa Minang.

Weekend kali ini kebanyakan aktifitas saya berada di luar rumah. Sabtu pagi saya menemani istri dan anak pergi berenang di daerah Gudang Peluru. Untuk pertama kalinya Hafshah berenang di kolam renang umum. Siangnya kami singgah di tempat saudara di daerah Tebet. Silahturahmi sekalian beli Madu Pramuka.

Sebenarnya hari minggu tidak ada rencana pergi keluar. Rencananya mengisi rubrik Bahasa Minang dan siangnya menyantapi Gulai Santan buatan istri. Tapi tiba-tiba kepikiran pergi ke rumah saudara di Pondok Aren. Sekitar jam 09.00 kami berangkat dari rumah.

Perjalanan kali ini saya mencoba menggunakan Kereta Api (Commuter Line). Biasanya kami naik Uber untuk pergi kemanapun. Sekalian mengenalkan Commuter Line pada Hafshah. Motor saya parkir di Stasiun Palmerah dan kami turun di Stasiun Jurangmangu. Dari Stasiun Jurangmangu kami melanjutkan dengan angkot.

Rencananya, jika perjalanan lancar, kami akan pulang sekitar jam 11.00 dari Pondok Aren. Tetapi rencana hanya tinggal rencana. Kami sampai di rumah sekitar jam 15.00.

Semoga Minggu depan saya bisa mengisi kembali rubrik Belajar Bahasa Minang.

Petani dan Nelayan, Harapan Masyarakat Indonesia

Indonesia ini mempunyai beraneka ragam profesi pekerjaan. Setiap profesi pekerjaan tersebut pasti mempunyai dampak positif bagi manusia yang ada disekitarnya. Dari sekian banyak profesi pekerjaan tersebut, ada beberapa profesi pekerjaan yang keberlangsungannya bergantung kepada pemerintah. Artinya disini peran pemerintah sengat menentukan, apakah profesi pekerjaan tersebut membuat untung si pelakunya atau malah membawa kerugian.

Disini saya akan mencoba menjelaskan dua profesi pekerjaan, dimana kita sangat bergantung ke dua profesi pekerjaan tersebut.

  • Petani. Saya dibesarkan di keluarga petani. Nenek saya seorang petani, begitu juga dengan kakek saya. Petani disini mencakup semuanya, petani padi, petani sayuran, petani buah-buahan. Sebenarnya hasil pertanian Indonesia mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Indonesia. Tapi banyak hasil pertanian yang masuk dari luar negeri, membuat hasil pertanian petani Indonesia seperti kurang di hargai.
  • Nelayan. Siapa yang tidak tahu laut Indonesia? Sampai-sampai ada nelayan dari negara tetangga yang ikut mengambil ikan dari laut Indonesia. Tapi ada kebijakan dari Perum Perikanan Indonesia seakan tidak memihak kepada kepentingan nelayan.

Saya sempat membayangkan, jikalau kedua profesi tersebut melakukan mogok masal, apa yang akan terjadi? Indonesia akan kekurangn bahan pokok makanan. Semoga kedepannya, semua kebijakan pemerintah lebih mementingkan masyarakat Indonesia, terutama untuk petani dan nelayan.

Mencari Keadilan di Portal Berita Online

Sekarang ini portal berita online sudah banyak bermunculan. Kemunculannya seperti jamur di musim hujan. Sebagian dari portal berita online tersebut, ada yang membawa kepentingan pemilik.

Seharusnya, semua pemberitaan harus berpihak kepada kebenaran. Tidak semata hanya mementingan kepentingan segilintir kelompok. Satu hal yang harus diketahui, bahwa saat ini masyarakat sudah sangat cerdas dalam memilah-milah berita.

Merujuk adanya sebagian berita portal online yang membawa kepentingan pemilik. Maka saya mulai mencari-cari portal berita online yang benar-benar menyampaikan informasi berdasarkan fakta. Sulit memang, tapi saya akhirnya menemukan 2 portal berita online yang saya anggap bisa memberikan berita yang jujur sampai sejauh ini.

Portal ini merupakan portal yang berbagi mengenai informasi terupdate tentang ranah teknologi. Permasalahan yang banyak dibahas di portal ini adalah mengenai startup.

Sampai saat ini saya belum tahu siapa pemilik portal berita ini. Tetapi berita yang disampaikan sejauh ini sangat akurat. Tidak berpihak kepada salah pihak. Portal berita ini berusaha menyampaikan berita dari dua sisi.

Sekarang kembali kepada diri masing-masing. Zaman sudah berubah dengan cepat, informasi berita akan datang cepat. Dimana pada zaman sebelum era teknologi seperti sekarang ini muncul, kita harus menunggu sampai besok pagi untuk update berita terbaru. Sekarang hanya dalam hitungan detik, berita tersebut sudah sampai di tangan kita.