Cerita Bersambung – Garin, Berita Radio Tua

Ketika asyik bacarito, terdengar berita dari Radio Dhara 88.8 FM tentang adanya salah seorang warga yang tinggal dekat Surau positif Covid. Otomatis seisi lapau kaget. Semua mata di lapau tertuju kepada Garin. Berita dari Radio masih terdengar samar-samar, bahkan sempat beberapa kali putus-putus. Maklum, Radio yang ada di lapau Mak Kenek Radio sudah tua, kira-kira sudah berumur 10 tahun, jadi perlu perlakuan khusus agar berita yang disampaikan didengar dengan baik oleh orang-orang yang berada di lapau.

Kalau sudah seperti ini, Mak Kenek akan turun tangan. Dengan berbekal pengalaman 10 tahun bersahabat dengan radio ini dan dengan sedikit sentuhan tangan Mak Kenek, dengan perlahan-lahan memutar-mutar tombol tuning, akhirnya terdengar dengan jelas suara penyiar Radio Dhara 88.8.

“Selamat pagi dunsanak, di pagi yang cerah ini ada satu berita yang menyedihkan terjadi di kampung kita. Berdasarkan informasi yang terpercaya, bahwa salah seorang warga di kampung kita terinfeksi virus Covid-19. Maka dari itu kita tetap waspada, pakai masker, jangan terlalu sering duduk di lapau. Kalau tidak terlalu penting, tetaplah di rumah saja. Demikian informasi ini kami sampaikan, jika ada kabar terbaru terkait hal ini akan kami sampaikan secepatnya.”

Setelah menyimak berita dari Radio Dhara 88.8, Garin menyeruput teh susu yang tinggal setengah. Setelah teh susu habis, Garin menurunkan satu kaki yang tadi diangkat ke atas kursi dan mencari sendal jepit swallow berwarna putih bertali biru.

“Mau kemana Garin?” tanya Ajo Sidi kepada Garin sambil memperbaiki pecinya yang sedikit miring karena sering dilepas.

“Mau ke rumah pengurus Surau, mau bahas apakah ada larangan shalat berjamaah untuk sementara waktu dengan adanya warga yang positif ini.” jawab Garin sambil mengeluarkan uang dari pecinya dan langsung membayarkan kepada Mak Kenek.

Garin bergegas ke parkiran sepedanya dan mengayuh sepeda federal yang berwarna hitam menuju ke rumah pengurus Surau. Di lapau masih ada Ajo Sidi, Haji Saleh dan beberapa orang yang sedang sarapan Ketupat Uni Ros sebelum pergi bekerja ke sawah.

Rumah pengurus Surau tidak jauh dari lapau Mak Kenek ataupun dari Surau. Dengan bersepeda, biasanya Garin hanya butuh waktu 10 menit. Untuk menuju pengurus Surau, Garin melewati pematang sawah yang jika ada dua orang yang berpapasan, maka salah seorang harus ada yang mengalah.

Bersambung…

Garin : Tukang jaga Mesjid / Surau.
Ajo Sidi dan Haji Saleh : Tokoh di dalam cerpen RSK (Robohnya Surau Kami) karya A.A Navis.
Carito / Bacarito : Ngobrol / Berbicara.
Lapau : Warung.
Surau : Masjid.
Apo : Apa
Ambo : Saya

Sumber foto dari https://unsplash.com/


One thought on “Cerita Bersambung – Garin, Berita Radio Tua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s