Bersama Ayah – Angsa Putih

Saya sekarang punya kebiasaan baru, walaupun tidak rutin. Jalan pagi, kurang lebih satu jam, dengan menelusuri jalan-jalan yang ada di sekitar. Ini bermula dari istri, terus saya tertarik. Hitung-hitung sambil cari sarapan atau menyegarkan pikiran setelah mata berteman akrab dengan layar monitor dan jari jemari selalu dekat dengan keyboard laptop.

Mata perlu memandang jauh, tangan pun butuh berayun. Sekali lagi, jalan pagi ini solusinya. Dengan satu jam perjalanan cukup membuat baju basah karena keringat. 

Sampai pada suatu minggu pagi, saya mencoba jalan pagi dengan rute baru. Sudah pasti, peta digital akan menjadi referensi saya. Setelah melihat-lihat, mencari jalur-jalur yang nantinya bisa terhubung kembali ke jalan menuju rumah, akhirnya saya menemukan.

Lapangan golf Matoa, mata saya tertuju kesana. Cuma kalau masuk pasti sudah tidak bisa. Pertama saya tidak bisa main golf. Kedua sekarang lagi pandemi, ditambah lagi ada PSBB, sudah pasti tidak boleh kunjungan ke dalam.

Alhasil, saya berjalan sepanjang tepi pagar lapangan golf Matoa. Berjalan dengan jalan yang menurun, di sisi sebelah kanan saya terlihat pagar-pagar yang tinggi, kurang lebih dua kali tinggi saya, di antara pagar ada tiang besi yang cukup tinggi dan dengan diameter yang cukup besar.

Sampai saya di ujung jalan yang berbatas dengan sungai. Lalu saya memutuskan putar balik, tiba-tiba saya dihadang oleh dua ekor angsa. Dengan lehernya yang panjang, angsa tersebut menjulurkan kepalanya ke arah saya. Sontak saya kaget dan lari ketakutan. Sampai  ada seorang warga dekat sana yang bawa motor dan saya minta dilindungi di balik motornya.

Saya berhasil melewati dua angsa tersebut. Ternyata angsa tersebut lebih dari dua ekor, lima ekor dan punya kandang. Mungkin dua ekor angsa yang tadi itu terlepas dari kandangnya.

Sekarang angsa-angsa tersebut menjadi objek hiburan bagi anak-anak saya. Kadang-kadang setiap pagi saya mengajak anak-anak naik motor, melihat angsa tersebut, berhenti sebentar, setelah itu lanjut lagi. Lumayan juga menambah pengetahuan bagi anak-anak. Jadi anak-anak bisa tahu bentuk angsa itu seperti apa. 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s