Rumah Untuk Anak Kita

Sekarang ini membeli rumah merupakan hal yang tidak sulit lagi. Hampir tiap satu sekali selalu ada pameran rumah di Jakarta. Beraneka ragam jenis rumah ada, mulai dari lokasinya yang masih di Jakarta, dari harga ratusan juga sama milyaran rupiah. Tinggak mencocokannya dengan kantong kita.

Tapi untuk saat ini saya belum rencana membeli rumah dalam dekat. Plan sekarang masih menyewa. Terkadang ada juga saran dari keluarga terdekat. Lebih baik uangnya di bayar buat cicilan rumah, dari pada sewa. Sebenarnya ada beberapa hal yang membuat saya berpikir dua kali untuk membeli rumah.

  • Riba. Ini merupakan faktor utama. Sebagai umat yang beragama Islam, saya mencoba patuh kepada aturan Allah. Riba ini tidak hanya menyebabkan kita rugi nanti di akhirat, tapi juga rugi dunia. Dimana setiap bulan hidup kita dihantui oleh tagihan, belum lagi bunganya yang sangat tidak bersahabat dengan kita.
  • Belum menemukan tempat yang cocok. Sebagai perantau di Jakarta, saya melakukan riset kecil-kecilan mengenai tempat tinggal yang akan saya tempatinya nantinya. Karena pilihan ini juga mempengaruhi terhadap anak saya nantinya. Sampai saat ini saya masih berusaha untuk mencari rumah masih di kawasan Jakarata. Kalau pun tidak dapat, mungkin saya pulang ke kampung halaman. Jadi petani sepertinya lebih menyenangkan.

 

Advertisements