[Traveling] Pulau Beras Basah Part 2

Menempuh perjalanan selama 8 jam itu sangat melelahkan. Waktu 8 jam itu saya bagi dua, 4 jam pertama saya sebagai penumpang, 4 jam berikut sebagai driver. Ini merupakan tantangan sendiri bagi saya, karena baru pertama kalinya saya mengendarai mobil melewati jalanan yang lumayan susah.

Hotel yang kami tempati bernama Hotel Marina, bagi yang ingin ke Bontang, alamat Hotel tersebut di Jl. KS Tubun, No-nya gak ada. Hotel Marina berada dipinggi jalan. Sangat gampang mencari Hotel Marina. Rp. 150.000 berdua untuk satu malam, tarif yang murah. Pengalaman saya traveling ini merupakan tarif hotel termurah. Untuk kenyaman jangan ditanya, Hotel Marina sangat nyaman, bersih, dan tidak brisik.

Sesuai jam yang telah disepakati, jam 7 pagi kami berangkat ke Pelabuhan untuk mencari kapal menyebrang ke Pulau Beras Basah. Untuk mencari kapal sangat gampang, biaya untuk penyebrangan ke Pulau Beras Basah berkisar antara Rp. 400.000 sampai Rp. 500.000. Tergantung bagaimana kita tawar menawar harga dengan pemilik kapal, tawar menawar pas, langsung tancap gas, hehehe.

Untuk penyebrangan kali ini kami dapat kapal sewaktu cari mau beli sarapan pagi didaerah sekitar hotel. Mungkin karena kita rombongan, ada laki-laki paruh baya menghampiri mobil kami, sembari menawarkan kapal. Awalnya bapak itu menawarkan Rp. 600.000. Setelah melewati proses tawar menawar yang cukup alot, kita semua mentok di harga Rp. 500.000. Sebenarnya masih mahal sih, dari beberapa informasi yang saya dari mbah google, untuk sewa kapal paling mahal RP. 400.000.

Dari pada susah cari di pelabuhan, apalagi waktu itu hari minggu, langsung kami iyakan tawaran kapal tersebut. Jaraka tempat penginapan kami ke pelabuhan sekitar 3 KM. Dekat juga ternyata, awalnya saya mengira akan menempuh waktu sekitar 30 Menit.

Waktu penyebrangan, inilah tahap yang sangat mendebarkan dalam hidup saya. Alasannya saya tidak bisa berenang. Ok, hal yang pertama saya lakukan adalah pencara baju pelampung. Kedua mencari tahu waktu tempuh dari pelabuan menuju Pulau Beras Basah.

Empat puluh menit, waktu tempuh dari pelabuhan Tanjung Laut Bontang menuju Pulau Beras Basah. Bearti selama itu saya akan terombang ambing di laut lepas dan detak jantung saya akan berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya.

Satu hal yang sangat disayangkan dari pelabuhan Tanjung Laut Bontang, kotor. Banyak sampah-sampah bertebaran, sepertinya warga disini tidak peduli akan kebersihan lingkungannya.

Setelah menempuh perjalanan selama 40 Menit, kami pun akhirnya sampai di Pulau Beras Basah. Perjalanan selama 8 jam plus penyebrangan selama 40 menit terbayar sudah. Pantai bersih, pasirnya putih, banyak terumbu karang, bulu babi juga ada. Pokoknya, capek dan lelah perjalanan kami terbayar sudah. Maka nikmat Allah mana lagi yang kamu dustakan. Alam indonesia itu luas bro, sampai kapan masih menetap disuatu daerah??

20131103_080223

20131103_080229

20131103_081000

20131103_082954

20131103_090435

20131103_090916

20131103_091050

20131103_091207

20131103_091213

20131103_091547

20131103_091620

20131103_092146

20131103_092319

20131103_092349

20131103_092635

20131103_092644

20131103_094133

20131103_141545

20131103_141551

Ada beberapa sarana hiburan di Pulau Beras Basah, ada banana boat, ada snorkeling, ada diving. Tapi waktu saya kesana, divingnya lagi dikhusukan untuk murid-murid yang belajar menyelam. Jadi tidak terbuka untuk umum.

Berarti kami hanya bisa melakukan banana boat dan snorkeling. Untuk peralatan snorkeleing kami menyewa 4 sebesar Rp. 100.000 dengan waktu unlimited. Kalau untuk banana boat sekitar Rp. 200.000 untuk tiga kali jatuh.

Ketika asyik mencoba snorkeling, kaki saya kena bulu babi. Sakit bro, awalnya saya mengira bulu babi itu beracun dan obatnya hanya amputasi. Panik, cemas, amputasi bro, nikah aja belum. Ternyata kekhawatiran saya bisa hilang, setelah salah pengunjung menyuruh saya untuk menyiram kaki saya yang kenak bulu babi dengan Air Kencing. Terus dipukul-pukul.

Air kencing, obat apa lagi ini. Jijik memang, untungnya air kencing sendiri. Jadi jijiknya mau gak mau harus diabaikan. Setelah melakukan ritual penyiraman bulu babi dengan air kencing, kami pun siap-siap untuk kembali pelabuhan. Kami janji jam 2 siang sudah siap untuk dijemput.

Advertisements

14 thoughts on “[Traveling] Pulau Beras Basah Part 2

  1. indah sekali pemandangannya mas..
    saya suka sekali dengan mercu suar, saya kepingin ke sana, tapi belum pernah bisa..
    gambarnya bagus2..

  2. Baru nemu blog yang ngebahas “Beras Basah”

    Salam kenal sebelumnya Uda 🙂
    Kebetulan tanggal 10 Januari 2014 saya ada planning holiday kesana.

    Thanks for share.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s