[Traveling] Menelusuri Jalan Minyak

Bumi Balikpapan tidak akan pernah habis untuk dibahas, selama masih ada kesempatan, kesehatan, waktu dan tentunya uang, saya berencana mencari apa saja yang ada di Balikpapan, dan bisa bagikan di blog ini. Salah satu julukan kota Balikpapan adalah kota minyak. Maka kali ini saya berkesempatan untuk menelusuri jalan minyak yang ada di komplek Pertamina.

Untuk mencari angkutan yang melewati jalan minyak, kita tinggal pergi ke terminal yang ada di jalan Sudirman. Untuk ekspedisi saya kali ini, saya masih menggunakan sepeda motor sewaan. Β Salah satu jalan yang saya ketahui untuk menuju jalan minyak adalah melewati Pelabuhan Semayang. Tinggal telusuri jalan dari Pelabuhan, maka kita bertemu dengan deratan tempat penyimpanan minyak, hijaunya pohon pulau borneo, tapi sayangnya saya tidak bisa bertemu monyet. Mungkin karena saya datang terlalu pagi, bisa jadi monyetnya lagi tidur. Oiya, satu hal yang harus diingat adalah nama lain dari Jalan Minyak yaitu Jalan Yos Sudarso.

20131012_085525

20131012_085802

20131012_085806

20131012_090756

20131012_091033

20131012_091509

20131012_091518

20131012_091744 20131012_091748

Cuma ada satu kekurangan yang di Jalan Minyak, yaitu tidak adanya para penjual makanan. Jadi kalau sahabat palanta punya rencana untuk menelusuri Jalan Minyak, alangkah baiknya untuk makan terlebih dahulu atau membawa bekal bisa jadi alternatif terbaik. Untuk masuk komplek tempat penyimpanan minyak tersebut mungkin bisa dengan cara mengurus izin masuk kepada pihak Pertamina. Karena kemaren saya belum ada keinginan untuk masuk, jadi ya menelusuri pinggi pinggir Jalan Minyak.

Advertisements

9 thoughts on “[Traveling] Menelusuri Jalan Minyak

  1. Mas Budiman, tanggal 20 ada street hunting lho yg diadakan teman2 himpunan fotografer Balikpapan. Startnya jam 3 sore. Tempat kumpulnya di kafe kilang yang dekat Banua Patra. Datang aja mas kalau ada waktu πŸ™‚

  2. Kalau tentang yg jual makanan di pinggir jalan itu ya nggak mungkin mas. Soale itu komplek aset negara yang mudah terbakar lho. Jadi sampai kapan pun kayaknya nggak bakal ada yg jualan makanan di pinggir jalan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s