Penyerdehanaan Itu Perlu

Apa yang terlintas di benak sahabat palanta ketika mendengar kata-kata penyederhanaan? Kalau saya ingat pelajaran pecahan ketika masih SD. Walaupun saya tidak begitu mengerti bagaimana mengolah angka-angka tersebut untuk mendapatkan hasil yang benar, tapi saya bisa mengerti bagaimana konsep dari angka-angka tersebut. Untuk memudahkan kita dalam pengerjaan pecahan tersebut, di perlukan penyederhanaan.

Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah postingan di salah grup di facebook. Salah satu anggota grup tersebut membuat sebuah postingan yang menggunakan bahasa yang tidak pada tempatnya. Sebagian dari anggota grup tersebut, saya dengar banyak yang tidak mengerti maksud dari tujuan postingan tersebut. Ini disebabkan penggunaan bahasa yang terlalu tinggi dan tidak melihat kondisi sekitar.

Dalam hal bahasa, hal penyederhanaan itu perlu. Jadi kita bisa menggunakan bahasa yang sederhana di dalam forum-forum yang anggotanya yang agak susah untuk memengerti bahasa-bahasa  yang tinggi. Jadi kita bisa melakukan penyerderhanaan dari bahasa yang tinggi ke bahasa yang bisa di mengerti oleh semua orang. Sesuaikanlah pada lingkungnnya. Semua orang  memiliki cara pandang yang berbeda. Setiap orang mempunyai cara sendiri untuk menarik kesimpulan dari bahasa-bahasa yang di dengarnya. Sekali-sekali kita jangan membuat makna sebuah kalimat menjadi bias.

Advertisements

9 thoughts on “Penyerdehanaan Itu Perlu

  1. setuju. sering membaca tulisan-tulisan yang “kesan”nya intelek tetapi sama sekali tidak dipahami oleh pembacanya. dan ini menjadi kesalahan yang terbesar pastinya. untuk apa menulis jika pesan yang ingin kita sampaikan lewat tulisan kita tidak tercapai. lagi-lagi put the right thing in the right place, bukan begitu ajo? ohya, saya punya PR untuk ajo, jika berkenan sila diselesaikan yaa.

    selamat tahun baru

  2. kadang kadang aku bingung mau memberi komentar apa kepada pembaca yg rajin bertandang ke blogku karena bahasa dalam postingannya terlalu tinggi dan sulit bagiku utk memahaminya, asal komentar aku juga nggak mau, pada akhirnya butuh waktu yg lama dan beberapa kali mampir ke blognya untuk bener2 bisa memahami agar nggak keliru dalam berkomentar

  3. Sebenarnya tergantung audiensnya, sih… Eh, maksud saya tergantung siapa yang kita harapkan membaca postingan itu…
    Kalau memang suatu postingan itu diperuntukkan untuk yang berbahasa tinggi, pakai bahasa yang tinggi. Tapi kalau memang postingan itu diperuntukkan untuk siapa saja, sebaiknya gunakan bahasa yang sederhana…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s