Filosofi Itu Bernama Dagang

Saya orang minang, sampai kapan pun saya akan tetap jadi orang minang, dan kalau bisa saya pun akan mencari calon istri orang minang, :-).

Seperti kesibukan sebelumnya, saya masih berkutat dengan tugas akhir, dan menunggu jadwal sidang yang Β tak kunjung pasti. Saat ini saya merasakan menunggu itu paling membosankan, :-(. Saya selalu mengerjakan tugas akhir di tempat kos teman. Selain tugas akhir kami saya topiknya, saya juga bisa berdiskusi dengan dia.

Seperti kebanyakan orang, hampir setiap orang non minang yang bertemu dengan saya, pasti menanyakan kenapa orang minang banyak jadi pedagang #baca pengusaha, hampir semuanya sukses. Mengapa dia tidak jadi PNS saja, mengapa harus merantau dan berdagang?

Saya hanya memberikan sedikit jawaban, filosofi orang minang berdagang, jiwanya berdagang, ini sudah di buktikan secara turun temurun. Atau mungkin orang minang banyak belajar dari Nabi Muhammad SAW yang juga berprofesi sebagai pedagang yang sukses.

Menjadi pedagang itu membuka segala macam pintu rezeki. Anda bisa menambah teman, bisa juga meningkatkan tali silaturahmi. Tidak ada orang yang akan rugi jadi pedagang, boleh jadi dia rugi dalam hal materi, tapi hal pergaulan dia tidak pernah rugi, dia punya banyak teman-teman akan membantu usahanya naik lagi.

Dan saya pun bercita-cita jadi pengusaha, sekarang ini saya sudah mulai belajar usaha kecil-kecilan. Karena saya hidup di rantau orang, jadi saya harus jeli melihat semua peluang usaha, asalkan halal, akan saya coba semuanya.

Advertisements

28 thoughts on “Filosofi Itu Bernama Dagang

  1. Awalnya jiwa dagang itu terbentuk karena lelaki Minang terpaksa pergi merantau dlm usia muda. Di rantau kan harus menghidupi diri sendiri, dan cara paling mudah tentu saja berdagang. Lama2 dagang tumbuh jadi kebisaan turun temurun. Sukses dng usahanya ya Jo πŸ™‚

  2. Jawabannya benar Joe, kita banyak belajar dari perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW sebagai pedagang yang sukses. Dan Agama ISlam di Indonesia pada umunya juga disebarkan oleh pedagang-pedagang dari Parsi (Arab), Gujarat (India) bahkan pedagang dari China

  3. Kalau saya pribadi, ingin sekali bisa berwirausaha. Mewujudkan semua ide dan mimpi. Berhubung terkendala dengan modal, saya memilih untuk kerja dulu. Hheehe.
    Pantes, masyarakat Sum-Bar hanya beberapa persen yang kerja kantoran

  4. jawaban yang sangat tepat sekali , Budi
    karena kita sudah terbiasa merantau, maka harus berjuang menghidupi diri sendiri , hal yang paling mudah dilakukan adalah dgn berdagang πŸ™‚
    mendapatkan untung juga mendapatkan kawan …………..
    salam

  5. Saya orang minang, sampai kapan pun saya akan tetap jadi orang minang, dan kalau bisa saya pun akan mencari calon istri orang minang

    salut bang prinsipnya..
    sama seperti saya:
    Saya orang ganteng, sampai kapan pun saya akan tetap jadi orang ganteng, dan kalau bisa saya pun akan mencari calon istri orang ganteng

    EALAAAAAHHH..!!

  6. alhamdulillah, sekarang sudah mulai berani berdagang, meskipun omset naik turun naik sekarang lagi turun….
    ada keinginan juga berdagang secara online…
    semoga sukses jadi pedagang
    salam kenal salam persahabatan

  7. Pingback: Walimatul ‘Ursy Budiman Firdaus & Ade Dian Furaidah | Palanta Ajo Budi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s