Lain Lubuk Lain Ikannya

Judul di atas merupakan pribahasa yang sering kita dengar. Nah, saya mencoba menarik makna dari pribahasa tersebut dengan kondisi yang terjadi di lingkungan saya tinggal. Di sini saya hidup berdampingan dengan orang-orang yang berasal dari berbagai daerah Indonesia. Berbagai macam suku bangsa, kebudayaan, corak pemikiran bergabung jadi satu di sini. Terkadang untuk menyatukan berbagai perbedaan itu sangat sulit, walaupun tidak jarang terjadi konflik-konflik kecil.

Dari semua corak perbedaan yang saya alami, saya hanya menyorot satu hal yang saya anggap pantas di bahas. Etika bicara, ini merupakan sarana kita untuk melakukan komunikasi dengan orang-orang sekitar. Saya yang didik di daerah yang menghargai orang lain, bagaimana etika bicara dengan orang yang lebih tua, sepantaran, yang kecil. Bicara merupakan cara kita menyampaikan sesuatu kepada lawan bicara kita. Bagaimana kalau cara kita bicara tidak enak, tidak sopan, bahkan cenderung lawan bicara kita bosan bicara dengan kita?

Menyikapi semua hal di atas, kita harus tahu siapa lawan bicara kita. Bagaimana dia, siapa dia, seumuran dengan kita, lebih tua dari kita, atau lebih kecil dari kita?  Kita perlu mengkaji semua hal itu, agar kita dan lawan bicara kita memiliki kesinambungan dalam membahas apapun.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s