Tradisi Tahun Baru

Tadi sekitar pukul 20.00 wib, saya sedang dalam perjalanan pulang dari kos teman di daerah plesiran. Sepanjang jalan kembang api, terompet dan perkakas lain yang mungkin bisa memeriahkan acara tahun baru bertebaran. Aneh, cuma yang terlintas di benak ini, mengapa harus di rayakan? Apakah harus seperti itu? Apa harus bakar ayam, kambing atau kerbau segala? Kalau pun iya, kenapa mesti di momen tahun baru. Apakah tidak ada hari lain?

Masih di hari yang sama, tadi siang saya shoaat Jum’at di mesjid Ar-Rahhim. Ceramah ustadznya menyangkut tentang taqwa kepada Allah. Tapi pada akhir khutbah terselip ucapan, bahwa nanti malam di mesjid ini akan ada majlis dzikir. Majlis dimana katanya introspeksi diri. Pertanyaan saya, kenapa harus di momen tahun baru?? Kenapa tidak di hari lain kita introspeksi diri?

Sebenarnya dalam islam itu tidak tahun baru, tidak ada perayaan tahun baru seperti ini. Jangan lah kita melakukan perbuatan yang tidak ada gunanya. Kalaupun kita mau introspeksi diri, kan masih ada hari-hari lain. Tidak harus pada momen tahun baru . .

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s