Obrolan Santai Di Kantin

Obrolan santai di kantin kantor selalu membahas sesuatu yang menarik. Mulai membahas dari hal-hal yang kecil, sampai membahas hal yang berat sekalipun. Suatu ketika saya pernah membahas tentang panasnya persaingan pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Terkadang juga sempat bahas tingkah laku anak di rumah.

Mungkin kita tidak pernah lupa, bahwa manusia itu makhluk sosial. Manusia akan suka berinteraksi, akan suka berdiskusi untuk membahas hal-hal yang lagi trend saat itu. Bisa juga obrolan tersebut membahas masalah pekerjaan yang tidak terselesaikan di meja kantor.

Salah satu hal yang unik saya temukan yaitu ketika meeting untuk membahas suatu masalah, terkadang di meja meeting kita tidak menemukan solusinya. Nah, ketika di meja makan atau di kantin, pasti ada ide atau solusi untuk pemecahan masalah tersebut.

Bagaimana dengan sahabat palanta? Apa obrolan santai sahabat palanta?

Tikus vs Curut

Beberapa hari belakangan saya disibukan dengan urusan mengusir tikus dan curut. Sebelum saya lanjut bahas bagaimana mengusir tikus dan curut versi saya, berikut ini merupakan perbedaan antara tikus dan curut :

  • Tikus itu dari ordo Rodentia, sedangkan curut dari ordo Soricomorpha. Dari keluarganya saja sudah jelas bahwa kedua hewan berbeda.
  • Tikus mempunyai gerakan yang sangat lincah, sedangkan curut larinya sangat pelan.
  • Tikus merupakan hewan pengerat, sedangkan curut lebih suka makan serangga

Penjelasan diatas merupakan perbedaan tikus dan curut yang saya rangkum dari berbagai sumber. Nah, sekarang mencoba berbagi tips bagaimana mengusir tikus dan curut. Tips ini sudah pernah saya terapkan di rumah, hasilnya lumayan ampuh untuk mengusir tikus dan curut.

  • Tabur lada di area yang sering dilewati oleh tikus dan curut. Biasanya setelah ditabur lada, hewan tersebut tidak akan berani melewati area tersebut. Dari pengalaman saya mencoba cara ini, cuma ampuh setelah satu minggu. Setelah aroma lada sudah hilang, tikus dan curut akan lewat lagi.
  • Tutup semua lubang, seperti di bawah pintu, lubang di loteng rumah. Biasanya tikus dan curut suka melewati lubang-lubang yang kecil.
  • Tips terakhir pakai racun tikus. Tapi saya belum pernah mencoba hal ini. Dengan tips kedua, sampai saat ini tikus dan curut sudah tidak masuk lagi ke rumah saya.

Penjelasan diatas merupakan dari pengalaman saya. Jika sahabat palanta mempunyai tips atau cara ampuh, silahkan dishared.

Selalu Ada Rindu Untuk Jakarta

Bagi sahabat palanta yang pernah tinggal di Jakarta atau pernah berkunjung ke Jakarta, pasti sudah akrab dengan yang namanya kemacetan dan banjir. Seakan Jakarta identik akan 2 hal tersebut.

Namun ada beberapa hal yang akan membuat sahabat palanta rindu akan Ibukota ini. Berikut saya rangkum menjadi beberapa hal yang akan membuat sahabat rindu untuk kembali ke Jakarta :

  • Car free day Sudirman – Thamrin setiap hari Minggu pagi. Disini berkumpulnya semua komunitas, berkumpulnya para pedagang dan banyak lagi hal-hal yang akan membuat car free day Sudirman – Thamrin layak untuk kunjungi.
  • Tempat nongkrong. Mungkin sahabat palanta pernah mendengarkan Pasar Santa? Itu baru salah satu tempat nongkrong warga Ibukota. Selain itu ada juga Roti Pisang Bakar yang di Tebet dan di Jalan Kebayoran lama, Roti Bakar Edi yang di Blok M. Kalau ke Pasar Santa hal yang paling saya cari adalah Sate Padang Pariaman AJo Ramon. Lidah memang tidak bisa menipu.
  • Jakarta punya taman, mulai dari Taman Suropati, Taman Menteng, Taman Impian Jaya Ancol, Taman Waduk Pluit dan Taman Lapangan Banteng.
  • Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Tempat ini biasanya akan banyak di kunjungi ketika Minggu pagi. Lari pagi mengelilingi stadion, melihat beragam atraksi dan menikmati Tempe Mendoan.
  • Monas. Sebenarnya saya baru satu kali ke dalam Monas. Tapi untuk melihatnya dari luar sangat sering.
  • Event lari. Yap ini merupakan event yang sangat di tunggu oleh para pecinta lari. Beragam macam event ada. Biasanya event lari ini memanfaatkan momen car free day.
  • Pasar Tanah Abang dan Pasar Metro. Surganya untuk belanja fashion. Apalagi kalau kita beli banyak, pasti harganya lebih murah.

Itu merupakan beberapa hal yang akan dirindukan dari Jakarta. Hal diatas merupakan dari perspektif saya. Kalau sahabat palanta punya tempat yang dirindukan di Jakarta, ayo di shared.

Mungkin kedepannya, di antara tulisan saya akan membahas Jakarta dari sudut pandang yang baik-baik saja. Hal ini karena Jakarta sering dicaci karena kemacetan dan banjir, tapi malah lebih sering dipuji dan sering dirindukan.

Mencoba Kembali Ke Dunia Maya

Setelah sekian lama tidak merangkai kata-kata di blog ini, akhirnya malam ini kesampaian juga. Di saat hujan mengguyur ibu kota, saya sempatkan untuk aktif kembali menulis. Hujan membuat semangat menulis saya hidup kembali.

Alhamdulillah sekarang saya sudah karunia seorang putri yang cantik, Insya Allah Sholehah. Namanya Hafhsah Ilmi Budiman. Penghilang kepenatan ketika pulang kerja. Sekarang Hafshah lagi rewel-rewelnya. Tidur malam kadang sudah mendekati jam 04.00 pagi.

Sekarang sedang mencoba posisi baru di perusahaan baru. Posisinya lebih ke arah project management. Nanti ke depannya saya akan coba nulis di blog ini tentang bagaimana pekerjaan saya, apa saja yang saya lakukan dan apa bedanya dengan pekerjaan saya yang dahulu.

Ide buat nulis sudah numpuk, tinggal mencari waktu yang pas buat nulis. Semangat!!!

Ojek Online, Kelatahan dan Persaingan Bisnis Startup

Belakangan ini fenomena ojek online menjadi topik pembicaraan. Di samping kita tidak perlu tawar menawar harga, para penyedia jasa ojek online memberikan kemudahan dalam melakukan pesanan. Customer tinggal install aplikasi dari ojek online tersebut, tentukan tempat tujuan, maka akan keluar rupiah yang harus kita bayarkan. Tidak hanya di Jakarta, ojek online ini sudah mulai merambah ke berbagai kota besar di Indonesia, seperti Bandung, Surabaya, Makasar dan Bali.

Pemain lama di mulai Gojek. Ojek online yang di gawangi oleh Nadiem Makarim mulai mencoba peruntungan di ranah ojek online sekitar bulan Juni 2010. Nadiem tidak sendiri, bersama dua orang temannya, Brian Cu dan Michaelangelo Moran. Seperti kebanyakan, usaha yang di rintis oleh Nadiem ini tidak berjalan mulus. Alih-alih mengembangkan bisnis Gojek, Nadiem malah mengembangkan Zalora dan sempat mencoba peruntungan di Kartuku. Baru di tahun 2015, nama Gojek kembali akrab di telinga masyarakat ibu kota. Awalnya Gojek di pesan via telpon, sekarang Gojek sudah punya aplikasi yang memudahkan costumer untuk melakukan pesanan.

Grab Bike, bisa jadi ini merupakan saudara kembar Gojek. Sama-sama mengusung ojek online dengan melakukan pesanan via aplikasi yang sudah di install di smartphone. Tapi pemain ini tidak berasal dari Indonesia, Grab Bike merupakan pendatang dari negeri Jiran. Pendirinya Anthony Tan, merupakan teman seperjuangan Nadiem Makarim di Harvard Business School. Sebenarnya Grab Bike merupakan anak baru di ranah ojek online, mereka baru mencoba peruntungan di Indonesia pada bulan Mei 2015.

Tidak cukup hanya dengan dua pemain saja. Baru-baru ini muncul penyedia ojek online. Blu Jek, merupakan pesaing baru dari Gojek dan Grab Bike. Awal kemunculan Blu Jek, orang-orang mengiranya Blu Jek merupakan pelebaran saya bisnis dari Blue Bird Taxi. Ternyata tidak, hal itu langsung di bantah sendiri oleh Co-Founder Blu Jek, Garrett Kartono pada tanggal 17 September 2015 bertepatan peluncuran aplikasi Blu Jek.

Namun, belakangan ini kerahasian data pelanggan costumer ojek online tidak terjaga dengan baik. Ada beberapa kasus, seperti costumer salah satu ojek online sempat di hubungi kembali driver ojeknya, mungkin hanya sekedar sms atau cuma pengen kenalan. Mungkin ini yang melatarbelakangi lahirnya Lady Jek. Dari namanya saja sudah ketahuan, bawah semua driver ojek online ini sudah pasti perempuan dan penumpangnya juga sudah pasti perempuan. Ide untuk mendirikan Lady Jek ini di gagas oleh Brian Mulyadi. Alasannya untuk mendirikan Lady Jek adalah untuk mengurangi kecemasan para penumpang wanita terhadap moda transportasi umum yang selama ini kurang aman, khususnya untuk wanita.

Apapun itu, baik Gojek, Grab Bike, Blu Jek dan Lady Jek, semoga mereka semua bisa memberikan pelayanan yang terbaik. Dalam dunia bisnis, persaingan itu pasti ada, tinggal bagaimana para penggagas ojek online tersebut berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada costumernya. Satu hal yang penting, para driver ojek online ini harus mematuhi aturan berlalu lintas.

Sriwijaya FC vs Persib Bandung, Obat Rindu Suporter Indoensia

Sepertinya akhir pekan nanti Jakarta akan ramai. Tidak seperti biasanya, warga Jakarta ketika menjelang akhir pekan, mereka akan keluar dari Ibu Kota. Kawasan Puncak atau Bandung akan menjadi tujuan utama meraka.

Tapi tidak untuk tanggal 18 Oktober 2015, tepatnya pada hari Minggu. Pada tanggal itu pengunjung Jakarta paling banyak akan berasal dari Sumatra Selatan [Palembang] dan Jawa Barat [Bandung]. Mereka akan menyaksikan tim kesayangannya berlaga di final Piala Presiden 2015. Stadion Utama Gelora Bung Karno akan menjadi kuning dan biru.

Yap, Sriwijaya FC dan Persib Bandung akan berduel di lapangan. Mereka akan membuktikan siapa yang terbaik. Setidaknya pertandingan tersebut bisa mengobati kerinduan para pendukung sepak bola Indonesia.

Hanya satu hal yang ditakutkan, yaitu perselisihan antara pendukung Persib Bandung dengan pendukung Persija Jakarta. Walaupun kedua tim tersebut tidak akan melakukan pertandingan, tapi ketika para Viking atau Bobotoh berkunjung ke Jakarta, selalu mendapat teror atau bahkan pengrusakan angkutan yang membawa mereka.

Semoga apa yang telah disiapkan oleh para panitia untuk menjaga keamanan pertandingan dapat terlaksana dengan baik. Begitu juga dengan persiapan dari kedua tim. Dari kubu Persib Bandung, mereka sudah menyiapkan angkutan yang akan membawa pendukung mereka ke Jakarat. Mereka juga sudah berkoordinasi dengan pihak keamanan terutama Polda Jawa Barat agar bisa mengawal perjalanan mereka ke Jakarta. Hal itu juga di lakukan oleh Kepolisian Jakarta, mereka juga juga sudah melakukan koordinasi dengan semua pihak untuk mendukung final piala Presiden berjalan dengan baik.

Kalau dari pendukung Sriwijaya FC tidak ada yang perlu di khawatirkan. Sejauh ini mereka tidak pernah membuat ulah. Hubungan mereka dengan pendukung Persija Jakarta atau pun pendukung Persib Bandung masih baik-baik saja. Apalagi tahun kemaren, Persib Bandung baru saja menjuarai Liga Indonesia yang partai finalnya berlangsung di Palembang.

Semoga pertandingan final Piala Presiden dapat berjalan dengan baik. Tidak ada provokator, tidak aksi saling mengejek, tidak ada yang rasis. Mari tunjukan bahwa sepak bola Indonesia ini bisa berubah ke arah yang lebih baik dan bisa membuka hari para pentinggi PSSI dan Pemerintah. Semoga tahun depan Liga Indonesia bisa di mulai kembali.

Bersih Itu Indah, Sampah Itu Kotor

Hari libur kemaren (14 Oktober 2015) saya manfaatkan dengan istri untuk jalan-jalan. Tidak jauh, masih di sekitaran Jakarta, tepatnya di Kebun Binatang Ragunan. Seperti hari libur biasanya, pengunjung Kebun Binatang Ragunan cukup banyak. Saking banyaknya, saya sampai susah cari tempat buat parkir motor. Ini kunjungan pertama saya ke Kebun Binatang Ragunan.

Selalu ada masalah klasik di setiap tempat wisata. Dan masalah ini sangat sering saya temui. Sampai, merupakan masalah yang akan terus ada di muka bumi ini, tapi masalah ini bisa teratasi kalau kita sebagai manusia yang berakal sadar akan pentingnya kebersihan.

Walaupun pihak pengelola Kebun Binatang Ragunan sudah menyediakan tempat sampah di setiap sudut, namun masih ada saja pengunjung yang membuang sampah sembarangan. Beberapa kali pihak pengelola sempat juga berteriak melalui pengeras suara agar para pengunjung membuang sampah pada tempat yang sudah di sediakan. Namun apa daya, kesadaran pengunjung yang membuang sampah sembarangan itu masih kurang akan kebersihan lingkungan.

Lain halnya dengan beberapa tempat penangkaran hewan. Seperti tempat penangkaran Kuda Nil misalnya. Hewan yang satu ini sangat suka berendam di dalam air. Tapi saya sangat prihatin melihat kolam tempat Kuda Nil. Banyak sampah, sebagian sampah berasal dari sampah daun yang ada di sekitar kolam Kuda Nil. Ada juga sampah plastik.

Sampah di penangkaran Kuda Nil

Sampah di penangkaran Kuda Nil

Sampah daun dan sampah platik

Sampah daun dan sampah platik

Seharusnya pihak pengelola Kebun Binatang Ragunan setiap beberapa hari sekali melakukan pembersihan terhadap sampah-sampah yang berada di tempat penangkaran. Kebun Binatang Bersih, hewan nyaman, pengunjung pun juga nyaman.